MIKHAL : PUTRI YANG DIABAIKAN 2 Samuel 3 – 6 PEREMPUAN DALAM PUSARAN BUDAYA, POLITIK, DAN KEKUASAAN

Authors

  • Doys I Salakory STT GPI Papua

DOI:

https://doi.org/10.37196/mc.v10i1.68

Keywords:

Budaya, kekuasaan, perempuan, tafsir feminis

Abstract

This paper wants to invite us back to the understanding that Michal in the Book of Samuel shows women whose existence is manipulated by culture, religion but also political interests for the sake of power. But was Michal the only victim of the political power game at that time? To arrive at an understanding of social criticism, we will first explain the historical setting of the early reign of Israel and the Book of Samuel. After hearing the feminist interpretation, another issue arises which is no less important, or even more important, namely social criticism that it is not only Michal who is the victim in this case but there are other people, namely his father as well as Ish-Bosheth. It turns out that being a descendant of the King is not an easy matter in the transfer of power, the unfair treatment shown in this book only emphasizes the King's obedience to God to determine his future government as an extension of God's power over the Israelites. The author of the book has a goal by carrying out patriarchal cultural values ??that are thick and full of elements of dominating power as an affirmation of God's power. However, the story of Michal Saul’s daughter through Feminist interpretation is able to show things that need to be criticized.

Keywords: Culture, feminist interpretation, power, women

 

 ABSTRAK

Tulisan ini ingin mengajak kita kembali pada pemahaman bahwa Mikhal dalam Kitab Samuel memperlihatkan perempuan yang keberadaannya dipermainkan oleh budaya, agama tetapi juga kepentingan politik demi kekuasaan. Tetapi apakah hanya mikhal saja menjadi korban atas permainan politik kekuasaan pada masa itu.  Untuk tiba pada pemahaman mengenai kritik sosial tersebut, terlebih dahulu akan dijelaskan latar sejarah dari awal pemerintahan Israel dan Kitab Samuel. Setelah mendengar penafsiran feminis, persoalan lainnya muncul yang tidak kalah pentingnya, atau malah lebih penting lagi, yaitu kritik sosial bawa bukan hanya Mikhal yang menjadi korban dalam hal ini tetapi ada orang lain yaitu Ayahnya juga Isyboset. Ternyata menjadi keturunan Raja bukan perkara yang mudah dalam peralihan kekuasaan, perlakuan ketidakadilan yang ditampilkan dalam kitab ini hanya menekankan ketaatan Raja pada Allah menentukan pemerintahannya ke depan sebagai perpanjangan kekuasaan Allah atas umat Israel.  Penulis kitab mempunyai  tujuan dengan mengusung nilai-nilai budaya pathriakat yang kental dan penuh dengan unsur kekuasaan yang mendominasi sebagai penegasan kekuasaan Allah.

Akan tetapi kisah Mikhal Putri Saul melalui penafsiran Feminis mampu menunjukan hal-hal yang perlu dikritisi dalam narasi kisah Mikhal nampak banyak menampilkan problem ketidakadilan sosial.

 Kata kunci: Budaya, kekuasaan, perempuan, tafsir feminis

 

References

Downloads

Published

2020-06-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

MIKHAL : PUTRI YANG DIABAIKAN 2 Samuel 3 – 6 PEREMPUAN DALAM PUSARAN BUDAYA, POLITIK, DAN KEKUASAAN. (2020). Jurnal Ilmiah Mara Christy, 10(1), 31-42. https://doi.org/10.37196/mc.v10i1.68

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.