HUBUNGAN ANTARA KONTROL DIRI SISWA DENGAN KECENDERUNGAN BERPERILAKU BULLYING
DOI:
https://doi.org/10.37196/tp.v19i1.114Kata Kunci:
Self Control, Bullying BehaviorAbstrak
High self-control is considered good for controlling behavior in order to avoid hurtful behavior, namely bullying. The research objective was to determine the relationship between self-control and the tendency to bully behavior. The research subjects were 129 class XI students. The research sample was determined by cluster sampling method and the data analysis technique used was product moment correlation analysis. The results of the product moment correlation test show that the value of r = -0.308 and p = 0.002 (p = <0.05) means that the self-control variable has a negative and significant relationship to the tendency to bully students. The value of r = -0.308, when squared (r2) becomes 0.095. The coefficient of determination (r2) of 0.095 means that self-control contributes effectively to the tendency of bullying behavior by 9.5% while the remaining 90.5% is influenced by other variables.
Referensi
Aroma, S.I & Sumimar, R.D. (2012). Hubungan antara kontrol diri dengan kecenderungan perilaku nakal remaja. Jurnal psikologi pendidikan dan perkembangan, 01 (01) 1-6.
Azwar,S. (2011). Metode penelitian. Edisi 1 cet XII. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Borba Michele. 2008. Membangun kecerdasan moral; tujuh kebijakan utama untuk membentuk anak bermoral tinggi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama
Borba Michele. 2010. The Big Book Of Parenting Solutions; 101 jawaban sekaligus solusi bagi kebingungan dan kekhawatiran orang tua dalam menghadapi permasalahan anak sehari-hari. Alih bahasa: Juliska Gracinia dan Yanuarita Fitriani. Jakarta: PT Elex Media Komputindo
Capel, M.C. (2013). Sustainability of bullying-free educational institutions in asia and the role of teachers. Journal of Asian and African Studies 48 (4) 484 – 505.
Carney, A.G & Merrel, K.W. (2001). Bullying in schools: perspective on understanding and preventing an international problem. School Psychology International, 22, 364-382.
Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus besar bahasa Indonesia edisi 4. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Elfida, D. (2005). Hubungan antara kemampuan mengontrol diri dan kecenderungan berperilaku delinkuen pada remaja. Jurnal Psikologi,1,10-21.
Huraerah, A. (2007). Child Abuse (Kekerasan Terhadap Anak).Cet 2 edisi revisi. Bandung: Nuansa.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia. (2022). Catatan Pelanggaran Hak Anak Tahun 2021 dan Proyeksi Pengawasan Penyelenggaraan Perlindungan Anak Tahun 2022. Diakses 9 September 2022, dari https://www.kpai.go.id/publikasi/catatan-pelanggaran-hak-anak-tahun-2021-dan-proyeksi-pengawasan-penyelenggaraan-perlindungan-anak-tahun-2022
Moon, B., Morash, M., & McCluskey D.J. (2012). General strain theory and school bullyi ng: an empirical test in South Korea. Article Crime & Delinquency, 58 (6) 827-855.
Olweus, D. (2003). Social problems in school. Dalam Slater, A., & Bremner, J.G. (ED).Introduction to developmental psychology.USA:Blackwell Publishing Ltd.
Praptiani, S. (2013). Pengaruh kontrol diri terhadap agresivitas remaja dalam menghadapi konflik sebaya dan pemaknaan gender. Jurnal Sains dan Praktik Psikologi, 1 (1) 1-13.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta
SEJIWA (Yayasan Semai Jiwa Amini). (2008). Bullying: mengatasi kekerasan di sekolah dan lingkungan. Jakarta: PT Grasindo.
Smet, Bart. (1994). Psikologi kesehatan. Jakarta : PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Siddiqah, L. (2010). Pencegahan dan penangganan perilaku agresif remaja melalui pengelolaan amarah (anger management). Jurnal Psikologi, 37 (1) 50-64.
Thalib Bachri S. 2010. Psikologi pendidikan berbasis analisis empiris aplikatif. Edisi revisi. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Toyibah. (2007). Perilaku agresif pada budaya carok ditinjau dari kematangan emosi dan kontrol diri. Tesis (tidak diterbitkan). Yogyakarta: Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2022 Jane Akollo

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







